Perjalanan di Kereta

April 26, 2010 at 1:47 am Tinggalkan komentar


Kemarin saya akhiri sebuah perjalanan dari Jakarta untuk kembali bersua dengan keluarga. Sebuah pekerjaan yang cukup melelahkan dan harus diakhiri dengan istirahat di kereta dan menikmati sisa perjalanan ini.
Waktu berjalan hingga tak terasa maghrib menjelang dan orang-orang masih menikmati obrolan kecil, snack dan hiburan dari kereta berbandrol eksekutif ini. Pertanyaan tiba-tiba muncul, kalau semisal kereta ini mengalami musibah, bagaimana keadaan kami di sini? Pakah aku masih hidup? kalaupun harus berpamit jiwa dari raga ini, berarti yang terlihat terakhir dari dunia ini adalah kursi orang lain dihadapanku?
Dan pertanyaan pertanyaan tidak mengenakkan yang berseliweran itu ternyata berujung pada satu kalimat, “oh ternyata saya belum sholat!”.
Dan apa yang kurasakan adalah pandangan orang-orang yang belum tidur selalu memandangi ‘orang sholat’ seperti hal aneh yang dilakukan orang di atas kereta api. Perasaan yang seharusnya tidak muncul yang menunjukkan saya belum khusyu’.
Entah lah apakah kiat semua terbiasa selama perjalanan tidak menjalankan sholat? penulis sendiri terkadang sering lalai kalau sudah dalam perjalanan jauh. Ya Allah maafkanlah kami, orang-orang yang lalai ini.
Kembali sebuah pernyataan muncul diakhir tulisan ini, yang seharusnya menjadi pemikiran kita. Jikalau kereta ini harus mengalami musibah, dan kita termasuk orang-orang yang menereima ‘Surat Perintah’ kembali ke kepada SANG PEMILIK, akankah kita menutup lembar rapor hidup ini, dengan tanda tidak lulus?
tertulis : “Si fulan, meninggal di kereta, Kamis Isya, sedang tidur, belum sholat Maghrib dan Isya”.
Wallahualam Bishowab

Entry filed under: Ilmu dan Pelajaran Hidup, Perjalanan ini, Sholat. Tags: .

Makna Bersyukur Taubat Nasuha

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Tulisan Terkini

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 9,483 hits
IP

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.