Manasik Haji dan Umrah Praktis

September 26, 2008 at 7:57 am Tinggalkan komentar

Oleh: Abdullah Shaleh Al-Hadrami

Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat, Amma ba?du:

Dari Abu AbdirRahman Abdullah ibnu Umar ibnul Khaththab -Radhiallahu ?Anhuma berkata: ?Aku telah mendengar Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

?Islam dibangun diatas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji.? (HR. Bukhari dan Muslim).

Rukun Islam yang kelima adalah menunaikan haji ke Baitullah Al-Haram bagi yang mampu.

Yang dimaksud menunaikan haji adalah beribadah kepada Allah dengan pergi ke Baitullah Al-Haram Makkah untuk melaksanakan amalan-amalan manasik haji.

Buah yang kita dapatkan dari menunaikan haji adalah: Melatih jiwa untuk mengorbankan harta, waktu dan tenaga demi ketaatan kepada Allah. Oleh sebab itu haji adalah bagian dari jihad fi sabilillah.

Haji Tamattu? adalah Yang Paling Afdhal

Haji tamattu? (umrah, haji dan terkena kurban / hadiyy) adalah ibadah haji yang paling afdhal dan diperintahkan oleh Rasulullah ?Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam.

Manasik Praktis Ibadah Haji Tamattu?:

Umrah Sebelum Haji Pada Bulan-Bulan Haji

Melaksanakan ibadah umrah pada bulan-bulan haji, yaitu:
1. Ihram dari miqat.
2. Thawaf Qudum.
3. Sa?i.
4. Memendekkan atau mencukur rambut bagi laki-laki dan wanita cukup memotong seruas ujung jari dari beberapa sisi rambut kepalanya.
5. Tahallul.
Setelah itu tetap dalam keadaan halal (tidak ihram) sampai hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzul Hijjah).

Amalan Haji Pada 8 Dzul Hijjah:

1. Ihram haji dari tempatnya masing-masing di Mekkah.

2. Pergi ke Mina dan tinggal di sana sampai Matahari terbit tanggal 9 Dzul Hijjah. (Shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, ?Isya? dan Subuh di Mina dengan Qashar (diringkas yang empat raka?at menjadi dua raka?at) dan tanpa dijama? (masing-masing dikerjakan pada waktunya).

Amalan Haji Pada 9 Dzul Hijjah:

1. Setelah Matahari terbit pergi ke Arafah.

2. Shalat Dhuhur dan Ashar di Arafah dengan Jama? dan Qashar (taqdim), sekali adzan dan dua kali iqamat.

3. Wukuf di Arafah dengan memperbanyak doa dan dzikir sampai Matahari terbenam.

4. Setelah Matahari terbenam berangkat ke Muzdalifah (Shalat Maghrib dan ?Isya? di Muzdalifah dengan Jama? dan Qashar (ta?khir), sekali adzan dan dua kali iqamat).

5. Mabit atau menginap di Muzdalifah. (Bagi orang-orang lemah dan para wanita atau yang menyertai mereka boleh meninggalkan Muzdalifah setelah lewat kebanyakan malam).

6. Shalat Subuh di Muzdalifah kemudian memperbanyak berdoa dan berdzikir sampai langit terang.

7. Sebelum Matahari terbit pergi ke Mina.

Amalan Haji Pada 10 Dzul Hijjah:

1. Sesampai di Mina langsung melempar Jumrah Aqabah.

2. Menyembelih Hadiyy (Kurban).

3. Mencukur rambut atau memendekkannya bagi laki-laki dan wanita cukup memotong seruas ujung jari dari beberapa sisi rambut kepalanya. Dengan demikian telah tahallul awwal dan boleh mengenakan pakaian biasa dan melakukan larangan ihram lainnya selain hubungan suami isteri (jima?).

4. Pergi ke Mekkah untuk melakukan thawaf ifadhah dan sa?i haji. Dengan demikian telah tahallul tsani dan boleh hubungan suami isteri (jima?).

5. Kembali ke Mina untuk mabit (menginap) malam sebelas.

Amalan Haji Pada 11 Dzul Hijjah:

1. Melempar ketiga jumrah (Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah) setelah Matahari tergelincir .

2. Berdiri untuk berdoa setelah melempar Jumrah Ula dan Wustha saja.

3. Mabit (menginap) di Mina malam dua belas.

Amalan Haji Pada 12 Dzul Hijjah:

1. Melempar ketiga jumrah (Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah) setelah Matahari tergelincir .

2. Berdiri untuk berdoa setelah melempar Jumrah Ula dan Wustha saja.

3. Boleh meninggalkan Mina sebelum Matahari terbenam (nafar awwal) atau menginap lagi di Mina malam tiga belas (nafar tsani).

Amalan Haji Pada 13 Dzul Hijjah:

1. Melempar ketiga jumrah (Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah) setelah Matahari tergelincir .

2. Berdiri untuk berdoa setelah melempar Jumrah Ula dan Wustha saja.

3. Pergi meninggalkan Mina.

(Amalan pada 13 Dzul Hijjah ini khusus untuk nafar tsani saja).

Amalan Haji terakhir adalah thawaf wada? sebelum meninggalkan Mekkah untuk pulang ke tanah air. Semoga Bermanfaat dan Menjadi Haji Mabrur, Amien…www.hatibening.com

Entry filed under: Haji. Tags: .

Sumpah dan Amanah Hari raya Islam, merayakan apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Pos-pos Terbaru

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Muslim.or.id

RSS Al-Ikhwan.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kabarislam.wordpress.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 29,270 hits
IP

%d blogger menyukai ini: