Adab Buang Air dan Mandi

Oktober 3, 2008 at 4:11 am Tinggalkan komentar

Judul : Adab Buang Air dan Mandi
Penulis : Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani
Penerjemah : Mukhlisin Ibnu Abdurrohim
Penerbit : Irsyad Baitus Salam – Bandung
Cetakan : II, November 2003
Halaman : 136

Masih banyak diantara kaum muslimin yang tidak paham aturan mandi wajib di dalam Islam. Apa yang menyebabkannya dan tata cara mandinya. Padahal ini termasuk perkara yang cukup penting dan perlu diketahui berkaitan dengan ibadah.

Berikut saya kutip dari sebuah buku karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani, tentunya dengan meringkasnya. Kemudian tidak semua hadits yang ada saya kutipkan di ringkasan ini. Penjelasan yang lebih luas dapat Anda jumpai pada buku tersebut.

[BAB HAL HAL YANG MEWAJIBKAN MANDI]
———————————–
1. Keluar mani
Keluar mani menyebabkan seseorang wajib mandi. Hal ini berdasarkan hadits – hadits berikut:
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Sesungguhnya air itu dari air (wajib mandi karena keluar air mani).” (HR. Muslim).

Dari ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Apabila engkau melihat madzi yang keluar, bersihkanlah kemaluanmu dan wudhu’lah sebagaimana wudhu’ yang biasa dilakukan sebelum mengerjakan shalat. Jika engkau mengeluarkan mani, mandilah.” (HR. Abu Dawud. Dishahihkan Albani dalam Shahih Abi Dawud I/40/190 dan dalam Irwa’ul Ghalil I/162).

2. Bertemunya dua kemaluan
Hal ini berdasarkan hadits berikut:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila seorang suami duduk di antara empat anggota badan istrinya, lalu kemaluannya bertemu dengan kemaluan istrinya, wajib bagi keduanya mandi.’ ” (HR. Muslim).

3. Masuk Islam
Orang kafir -baik kafir asli maupun kafir karena murtad- yang masuk Islam, wajib baginya mandi. Hal ini berdasarkan hadits berikut:

Dari Qais bin ‘Ashim radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Saya pernah datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam ketika saya hendak masuk Islam. Beliau lalu menyuruhku mandi dengan air dan daun bidara.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, dan Ahmad. Tirmidzi berkata: “Ini adalah hadits hasan.” Dishahihkan Albani dalam Irwa’ul Ghalil I/163).

4. Matinya orang Islam, selain mati syahid di medan jihad
Matinya orang Islam -selain mati syahid di medan jihad- juga termasuk sebab wajibnya mandi. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda tentang orang yang jatuh dari untanya di ‘Arafah, lalu mati ketika masih memakai pakaian ihram:

“Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara dan kuburkanlah dia berikut kedua pakaian ihramnya.” (HR. Bukhari – Muslim).

5. Haidh
Seorang wanita yang telah selesai haidh wajib atasnya mandi, dan berhentinya haidh merupakan syarat sahnya mandi.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, bahwa Fathimah binti Abu Hubaisy pernah mengalami istihadah, lalu ia menanyakannya kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Beliau bersabda: “Istihadhah adalah darah yang keluar dari urat, bukan darah haidh. Oleh karena itu, jika haidhmu datang, tinggalkanlah shalat; dan apabila haidhmu telah berhenti, mandilah dan kerjakanlah shalat.” (HR. Bukhari – Muslim).

6. Nifas
Seorang wanita yang telah selesai nifas diwajibkan mandi, dan berhentinya darah nifas merupakan syarat sahnya mandi.Diantara dalil dalil yang menjelaskan bahwa darah nifas adalah darah haidh adalah sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiyallahu’anha tatkala ia mengalami haidh:

“Ada apa denganmu? Apakah engkau sedang nifas?” (HR. Bukhari – Muslim).

Para ulama’ telah bersepakat bahwa wanita yang telah berhenti dari nifas wajib baginya mandi sebagaimana wanita yang telah berhenti dari haidh.

[BAB SIFAT MANDI DAN TATA CARANYA]
———————————-
Sifat mandi yang sempurna dan tata caranya yang mencakup semua hal, baik yang wajib maupun yang sunnah, adalah sebagai berikut:

1. Niat dalam hati
2. Membaca basmalah
3. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali
4. Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri
5. Membersihkan tangan kiri
6. Berwudhu’ secara sempurna
7. Menyela nyelai rambut secara merata dan menyiram kepala tiga kali
8. Meratakan air keseluruh tubuh
9. Berpindah dari tempat semula, lalu membasuh kedua kaki
10. Tidak mandi di air yang tidak mengalir

Entry filed under: Buku Buku Islam, Ibadah. Tags: .

TUNTUNAN PRAKTIS MENYEMBELIH HEWAN QURBAN KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Pos-pos Terbaru

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Al-Ikhwan.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kabarislam.wordpress.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 29,216 hits
IP

%d blogger menyukai ini: