PADAMU AYAH BUNDA

Oktober 3, 2008 at 2:39 am Tinggalkan komentar

Bunda?
Kaulah pelita
Penyejuk hati pelipur lara
Pembawa kebahagiaan dalam jiwa
Senyummu menghapus luka
Kasih sayangmu tiada terkira
Meski anakmu takkan pernah bisa tuk membalasnya
Bunda?
Cintamu sepanjang masa
Bagai mentari yang senantiasa
Menyinari dunia dengan kehangatan sinarnya
Bunda?
Ketulusanmu sebening telaga
Penghilang rasa haus dahaga
Kau adalah madrasah yang pertama
Yang mendidik jundi-jundimu mengenal kehidupan dunia
Bunda?
Ketika malam telah larut kau masih terjaga
Dari tidurmu yang hanya sekejap mata
Hanya untuk mengganti kompres di atas kening belahan jiwamu yang
terbaring lemah tak berdaya
Rasa cemas terpancar dari wajahnya
Ketika panas badan anakmu semakin bertambah dan tak kunjung reda
Dalam hatimu berkata : ?Andai saja aku dapat menggantikannya?
Bunda?
Selalu kau sebut nama anak-anakmu dalam setiap doa
Memohon dengan segenap keikhlasan kepada-Nya
Demi keberhasilan anak-anakmu
Bunda?
Tiada kata yang bisa keluar dari mulut ananda
Untuk mengungkapkan ribuan kata terima kasih yang tak terhingga
Satu pinta dari ananda
Semoga Tuhan membalas kebaikan dan jasa-jasamu

Uhibbuki Ya Ummi..Rahimakillah..

AYAHKU SAYANG

Ketika sang istri terbaring kesakitan tak berdaya
Untuk melahirkan buah hati dambaannya
Rasa cemas terpancar dari wajahnya
Tak lupa mulutnya selalu melantunkan do?a
Agar sang istri diberi kemudahan dalam persalinannya
Ketika terdengar jerit tangis yang membahana
Dari mulut mungil yang telah lama ditunggu kedatangannya
Senyum bahagia tersungging dari bibirnya
Tak lupa rasa syukur ia panjatkan ke hadirat-Nya
Bergegas ia menghampiri istri dan anaknya
Dikumandangkannya adzan di telinga anaknya
Agar kalimat pertama yang didengar darah dagingnya
Adalah kalimat tauhid yang mengesakan Tuhannya
Setelah itu tiba saatnya
Bagi sang ayah untuk memainkan perannya
Membanting tulang untuk masa depan anaknya
Rasa letih tak dihiraukannya
Panas mentari yang menyengat pun diabaikannya
Demi anak-anaknya tercinta
Ayahanda?
Jasamu tiada terkira
Hanya Tuhan yang mampu membalasnya

Uhibbuka Ya Abi..Hafidhakallah..

Entry filed under: Pendidikan Anak. Tags: .

Dzikir (Al-Adzkar) Adab Membaca Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Pos-pos Terbaru

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Muslim.or.id

RSS Al-Ikhwan.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kabarislam.wordpress.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 29,270 hits
IP

%d blogger menyukai ini: