JUMLAH RAKAAT TERLUPA

Februari 20, 2009 at 3:22 am Tinggalkan komentar

Ada dua bentuk lupa jumlah rakaat shalat:

Pertama : seseorang yang masih atau sedang melakukan shalat, kemudian ia lupa/ragu apakah sudah mendapat dua rakaat atau masih satu rakaat, maka hendaknya ia mengambil / menetapkan yang satu rakaat, jika ia lupa antara sudah dapat dua rakaat atau tiga, maka ia menetapkan yang dua rakaat, dan jika ia lupa antara sudah mendapat tiga rakaat atau empat, maka ia ambil yang tiga. intinya ia mengambil jumlah rakaat yang terkecil, karena jumlah itu yang sudah pasti dilakukan dan yang lebih banyak masih dalam keraguan. hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَهَا أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ وَاحِدَةً صَلَّى أَوْ ثِنْتَيْنِ فَلْيَبْنِ عَلَى وَاحِدَةٍ فَإِنْ لَمْ يَدْرِ ثِنْتَيْنِ صَلَّى أَوْ ثَلَاثًا فَلْيَبْنِ عَلَى ثِنْتَيْنِ فَإِنْ لَمْ يَدْرِ ثَلَاثًا صَلَّى أَوْ أَرْبَعًا فَلْيَبْنِ عَلَى ثَلَاثٍ وَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

dari Abdurrahman bin Auf berkata: aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: jika seorang diantara kalian lupa ketika shalat, ia tidak tahu apakah sudah dapat satu atau dua rakaat, maka hendaknya ia mengambil yang satu rakaat, jika ia tidak tahu antara sudah shalat dua rakaat atau tiga, maka ia ambil yang dua rakaat, dan jika ia tidak tahu antara sudah dapat tiga rakaat atau empat, maka ia ambil yang tiga rakaat, kemudian hendaklah ia sujud (sahwi) dua kali sebelum salam.

Dalam kaidah ushul fiqih dikatakan:

اليقين لا يزول بالشك

sesuatu yang yakin tidak bisa dikalahkan dengan yang masih ragu.

Kedua : jika seseorang sudah selesai shalat, kemudian ia sadar, bahwa jumlah rakaat yang ia lakukan masih kurang, baik ia sadar dengan sendirinya atau diberitahu oleh orang yang dipercaya bahwa shalatnya kurang, maka ia harus melakukan shalat sejumlah rakaat yang kurang, bukan mengulangi dari awal. hal ini berdasarkan riwayat yang menceritakan tentang peristiwa seperti ini yang terjadi pada Rasulullah. sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنْ اثْنَتَيْنِ فَقَالَ لَهُ ذُو الْيَدَيْنِ أَقَصُرَتْ الصَّلَاةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمْ نَسِيتَ فَقَالَ أَصَدَقَ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ أُخْرَيَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ ثُمَّ رَفَعَ

dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw menyudahi shalat ketika baru mendapat dua rakaat (dalam riwayat lain diterangkan shalat dhuhur atau ashar), maka berkatalah seorang yang biasa dipanggil dzul Yadain; wahai Rasulullah, apakah shalat engkau mengqhasar shalat atau lupa? beliau berkata: benarkah yang dikatakan dzul Yadain? orang – orang menjawab; benar wahai Rasulullah, maka Rasulullah langsung berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian salam, setelah itu takbir dan sujud seperti halnya sujud dalam shalat, kemudian takbir lagi dan sujud lagi seperti suju dalam shalat (maksudnya Rasulullah melakukan sujud sahwi dua kali dilakukan setelah salam).

Dari hadits di atas jelas bahwa seseorang yang kurang dalam rakaat shalat, dan ia baru sadar setelah salam, maka ia harus shalat kembali sejumlah rakaat yang belum ia lakukan, dan setelah itu ia sujud sahwi dua kali. jadi tidak harus mengulangi semua shalatnya. wallahu a’lam.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Entry filed under: Ibadah, Sholat. Tags: , .

WALI NIKAH WANITA JANDA Uang Pelangkah dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Pos-pos Terbaru

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Muslim.or.id

RSS Al-Ikhwan.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kabarislam.wordpress.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 29,270 hits
IP

%d blogger menyukai ini: