Menjual barang halal namun dibeli untuk tujuan haram

Juli 21, 2009 at 1:59 am Tinggalkan komentar

Menjual barang halal namun dibeli untuk tujuan haram

“Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan
Allah.” (QS. Al Maidah: 2)
Ada pertanyaan seperti ini:
Apa hukumnya jualan computer, laptop, cd blank, PDA, mp3, atau mp4 dan
semacamnya yang mayoritas sekarang walaupun banyak manfaatnya tetapi
mayoritas digunakan untuk menyimpan musik, gambar porno, tulisan-tulisan
sesat? Juga jualan kain yang mayoritas digunakan oleh orang yang membuat
pakaian tidak syar’i? Juga hukum membuatkan website bagi perusahaan
penjual brankas yang mayoritas penggunaan brankas untuk muamalah ribawi?
Berikut kami akan berusaha menjawab permasalahan di atas dengan membawakan
penjelasan para ulama mengenai hal ini. Semoga Allah memudahkannya.

Allah Ta’ala berfirman,
“Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan
Allah.” (QS. Al Maidah: 2)
Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya (yakni Buraidah), beliau berkata
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja yang menahan anggur ketika panen hingga menjualnya pada orang
yang ingin mengolah anggur tersebut menjadi khomr, maka dia berhak masuk
neraka di atas pandangannya.” (HR. Thobroni dalam Al Awsath. Ibnu Hajar
dalam Bulughul Marom mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
[Komentar Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 1269 mengenai
hadits ini: Al Hafizh Ibnu Hajar keliru dalam menilai hadits ini. Beliau
tidak mengomentari hadits ini dalam At Talkhish (239) dan Al Hafizh
mengatakan dalam Bulughul Marom bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ath
Thobroni dalam Al Awsath dengan sanad yang hasan. Syaikh Al Albani menukil
perkataan Ibnu Abi Hatim dalam Al ‘Ilal yang mengatakan bahwa dia berkata
pada ayahnya tentang hadits ini. Ayahnya menjawab bahwa hadits ini dusta
dan batil. Syaikh Al Albani sendiri menyimpulkan bahwa hadits ini bathil]
Walaupun hadits ini dinilai batil oleh sebagian ulama, namun banyak ulama
yang mengambil faedah dari hadits ini karena hadits ini termasuk dalam
keumuman surat Al Maidah ayat 2 di atas.
Penjelasan Ash Shon’ani
“Hadits ini adalah dalil mengenai haramnya menjual anggur yang nantinya
akan diolah menjai khomr karena adanya ancaman neraka yang disebutkan
dalam hadits. Kalau memang menjual anggur pada orang lain yang diketahui
akan menjadikannya khomr, maka ini diharamkan berdasarkan ijma’
(kesepakatan para ulama). Adapun jika tidak diketahui seperti ini, Al
Hadawiyah mengatakan bahwa hal ini diperbolehkan namun dinilai makruh
karena ada keragu-raguan kalau anggur ini akan dijadikan khomr. Adapun
jika sudah diketahui bahwa anggur tersebut akan dijadikan khomr, maka
haram untuk dijual karena hal ini berarti telah saling tolong menolong
dalam berbuat maksiat. Adapun jika yang dijual adalah nyanyian, alat musik
dan semacamnya, maka tidak boleh menjual atau membelinya dan ini
berdasarkan ijma’ (kesepakatan kaum muslimin). Begitu juga menjual senjata
dan kuda pada orang kafir untuk memerangi kaum muslimin, maka ini juga
tidak diperbolehkan.” (Subulus Salam, 4/139, Mawqi’ Al Islam)
Pelajaran dari Syaikhul Islam
Tidak sah jual beli, jika diketahui akan digunakan untuk yang haram
seperti hasil perasan (seperti perasan anggur, pen) yang akan diolah
menjadi khomr. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan selainnya. Juga tidak
diperbolehkan menjualnya jika ada sangkaan kuat akan digunakan untuk yang
haram sebagaimana salah satu pendapat dari Imam Ahmad.
[Hukum menyewakan rumah pada orang yang akan menggunakan rumah tersebut
untuk maksiat]
Adapun para ulama Hanabilah mengatakan, “Seandainya pemilik rumah
mengetahui bahwa orang yang menyewa rumah tersebut akan menggunakan rumah
itu untuk maksiat seperti digunakan untuk menjual khomr dan selainnya,
maka pemilik rumah tidak boleh menyewakannya kepada orang tadi. Sewa
tersebut tidak sah. Hukum jual beli dan sewa menyewa dalam hal ini adalah
sama. ” (Al Ikhtiyarot Al Ilmiyah Li Syaikhil Islam, hal. 108, Mawqi’
Misykatul Islamiyah)
Jika ada yang bertanya: Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa orang yang
membeli ini akan menggunakan perasan tadi untuk dijadikan khomr atau dia
meminum langsung?
Syaikh Abu Malik menjawab, “Cukup dengan sangkaan kuatmu. Jika orang
tersebut terlihat adalah orang yang sering membeli perasan untuk dijadikan
khomr, jadilah haram menjual barang tersebut padanya. Karena jika kita
tetap menjualnya berarti kita telah menolongnya dalam berbuat dosa dan
melanggar batasan Allah. Padahal Allah melarang bentuk tolong menolong
seperti ini. Jika orang tersebut menurut sangkaan kuat tidak demikian,
maka jual beli tersebut tetap sah dan tidak terlarang.” (Shohih Fiqih
Sunnah, 4/409)
Kesimpulan:
Jika barang yang dijual pada asalnya halal lalu diketahui atau berdasarkan
sangkaan kuat akan digunakan oleh pembeli untuk maksud yang haram, maka
jual beli tersebut tidak sah dan haram.
Jika barang yang dijual pada asalnya halal dan tidak diketahui akan
digunakan oleh pembeli untuk yang haram, maka jual beli tersebut tetap sah
dan tidak terlarang.

Semoga dengan penjelasan yang singkat ini dapat menjawab permasalahan di
awal tadi. Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Entry filed under: Dunia Islam, Ibadah, Ilmu dan Pelajaran Hidup. Tags: .

Mengenal ALLAH Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Pos-pos Terbaru

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Muslim.or.id

RSS Al-Ikhwan.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kabarislam.wordpress.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 29,270 hits
IP

%d blogger menyukai ini: