Mengenal Allah

Agustus 25, 2009 at 5:03 am Tinggalkan komentar


Sebuah perjalanan yang singkat semuanya, sekian detik berjalan, berangkat dari berlapis kegelapan di dalam kandungan, berlanjut hingga bertahun-tahun rizqi usia yang tersis-sia, tanpa terasa 30 tahun sudah menunggu di depan.

Setengan usia sudah dijalani, itupun dengan seizin Allah, apabila besok sudah ditagih. ya berakhir lah semuanya, ditinggallah semua urusan, hutang dan sanak-keluarga. Dan satu hal yang pasti, dunia yang kita tinggalkan akan kembali berjalan semestinya, orang-orang mulai melupakan bahwa kita pernah hadir di dunia ini… era kita telah berakhir, berganti masa untuk anak-anak cucu kita.
Bertubi pertanyaan muncul ; Bagaimana nasib kita? Yang pasti semuanya hanya menunggu, karena semua rahasia didalam genggamanNya. baik atau tidak tergantung pada amal ini. Bagaimana bisa selamat? Tidak ada cara terbaik selain kembali kepada Nya semasa hidup, dengan arti berjalan pada jalur yang sudah digaris pada Al-Qur’an dan Sunnah. Cukupkan modal itu saja? Wallahualam Bishowab. Yang pasti dan yang paling utama adalah terbitnya rasa Cinta yang terkira kepada yang Maha Mencipta, sehingga selalu rindu dekat padaNya.
Setengah usia sudah dijalani, sudah berapa perasaan cinta yang pernah terbit di diri ini, kepada orang tua, kekasih lawan jenis, suami dan istri, anak-anak, harta. Berapa bagiankah kepada Allah? Sudah cukup jujurkan cinta kita? Ketika ditanya selalu kami jawab dengan mencintaiMu, tapi jangankan mencintaimu terlalu dalam, entah berapa laranganMu kami jalani, bahkan dengan sifat-sifat Mu yang hakiki, hanya tersimpan manis di rak buku yang tersusun bersama Al-Qur’an yang berdebu.
Ya Allah, kamilah hambaMu yang jahil dan lemah, penuh dosa dan kesalahan, dan hanya bisa berdo’a dan meminta. Maafkan kami ya Allah, jadikan kami kaum yang bisa mengenal Mu, belajar mencintai Mu dan selalu rindu kepada Mu, hingga kami dapat kembali nanti ke kampung akhirat dengan wajah tersenyum dan tegak.
Amin, Amin ya Rabbal Alamin

Entry filed under: Ilmu dan Pelajaran Hidup, Mengenal Allah, Perjalanan ini. Tags: , , .

Keagungan Puasa Ramadhan Bagaimanakah kita kembali?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Pos-pos Terbaru

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Muslim.or.id

RSS Al-Ikhwan.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kabarislam.wordpress.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 29,270 hits
IP

%d blogger menyukai ini: