SPIRITUALITY & QUR’AN (Sinopsis Buku Muhammad Taufik Hidayat)

November 8, 2012 at 10:29 pm Tinggalkan komentar

PENDAHULUAN

1.       Pernahkah kita melihat molekul air secara mikroskopis setelah air tersebut kita ucapkan dengan kata-kata kotor? Sudahkah kita mendengar bahwa ternyata bulan itu pernah terbelah? Atau pernahkah kita membaca bahwa ternyata besi itu bukanlah asli material dari bumi dan jasad Firaun masih utuh hingga kini? Pertanyaan-pertanyaan  ternyata sudah terjawab di dalam Al-Qur’an dan dibuktikan oleh ahli-ahli ilmuan modern. Padahal beberapa kejadian tersebut terjadi sebelum Al-Qur’an dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dimana belum ada teknologi tetapi telah mampu memberikan informasi tehnologi yang begitu tinggi yang hanya bisa dibuktikan dengan bantuan peralatan peralatan modern yang ada di zaman sekarang. Sedangkan peralatan peralatan modern tersebut ditemukan oleh orang orang genius secara bertahap dan selama berabad, tetapi hanya dalam jangka sekitar 23 tahun Al Qur’an diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, telah mampu memberikan informasi yang hanya bisa dibuktikan di zaman modern saat sekarang, hal tersebut sangat mustahil kecuali adanya campur tangan dari “Sang Maha Tahu” yaitu Allah SWT.

2.       Kitab suci Al Qur’an kitab sucinya orang Islam adalah satu satunya kitab suci satu agama yang tidak ada perubahan satu ayat pun selama lebih dari 14 abad, berkali kali dipalsu tidak pernah berhasil karena Allah akan selalu menjaganya. Dari hasil riset para ilmuwan tingkat dunia baik itu ilmuwan Muslim maupun non Muslim maka secara professional mereka mengatakan bahwa Kitab suci Al Qur’an adalah satu satunya kitab suci agama yang selama 14 abad lebih tidak berubah satu ayatpun, ayat ayatnya tidak saling bertentangan satu dengan lainya, semua ayat ayatnya mengandung kebenaran yang bisa dibuktikan dengan  Ilmu Teknologi Modern dan jutaan orang di dunia mampu menghafal di luar kepala, juga di seluruh permukaan dunia versi dan isi dari kitab Al Qur’an adalah  dan ratusan kali dipalsukan tetapi tidak pernah berhasil.

ISI BUKU

3.       Pada dasarnya pesan atau ide dari buku Science Spirituality & Qur’an ( SSQ ) ini adalah menyangkut beberapa hal, dan merupakan kumpulan ringkasan hasil penelitian atau riset selama berpuluh puluh tahun yang dilakukan oleh para para ilmuwan Muslim maupun ilmuwan non-Muslim, khususnya terhadap ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits yang dilakukan secara profesional dengan menggunakan logika pembuktian pembuktian ilmiah  (science), fakta fakta sejarah, maupun bukti bukti nyata lainnya untuk membuktikan bahwa Al Qur’an adalah nyata merupakan “Wahyu Allah” yang tidak bisa dirubah oleh siapapun  dan semua ayat ayatnya mengandung kebenaran yang nyata yang tidak perlu diragukan lagi.  Secara umum buku ini menyangkut tiga hal, yang pertama kisah kejadian yang terjadi sebelum jaman nubuwah atau kenabian Rasulullah. Kedua saat di zaman Rasulullah dan setelahnya, serta ketiga yang berhubungan dengan kejadian science dan ilmu pengetahuan serta pembuktian yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Dengan tujuan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis generasi muda Islam saat ini yang sering mempertanyakan segala sesuatu yang bersifat non rasional, sehingga dalam menjawabnya perlu dilaksanakan analisa dan bukti yang kuat.

4.       Dalam penjelasan pertama yaitu segala kejadian yang terjadi sebelum jaman kenabian dan dibuktikan kesesuaian dengan yang terdapat di Al-Qur’an. Beberapa kisah yang dapat dirangkum sesuai dengan kejadian pada masa sebelum Kenabian antara lain:

a.       Janji Allah dalam menjaga Jasad Raja Fir’aun.        Pada subtopik ini, penulis menjelaskan janji Allah yang sudah tertuang di dalam Al Qur’an Surat Yunus 10:92 “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang dating sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. Ayat ini dibuktikan penemuan pada tahun 1896 jasad Fir’aun oleh seorang Archeologist yang bernama Loret di lembah raja Luxor. Fir’aun merupakan raja pada jaman Nabi Musa as. Seperti yang diketahui bahwa Nabi Muhammad saw hidup sekitar 3000 tahun setelah Fir’aun, tetapi saat itu telah diketahui oleh Nabi bahwa jasad Fir’aun masih utuh dan akan dijadikan pelajaran bagi manusia atau generasi selanjutnya. Sangatlah mustahil apabila Al Qur’an dibuat oleh Nabi Muhammad saw, atau menuduh Al Qur’an merupakan jiplakan. Kondisi dan situasi ribuan tahun sebelum Al Qur’an diturunkan dan juga situasi dan kondisi ribuan tahun setelah Al Qur’an diturunkan telah tertulis di dalam Kitab suci Al Qur’an, bahwa merupakan satu-satunya kitab suci yang tidak pernah bisa dirubah oleh siapapun tanpa ijin Allah.

b.       Penemuan Kapal Nabi Nuh.       Dalam subtopik ini dijelaskan penemuan Kapal Nabi Nuh as yang pada jamannya digunakan untuk menyelamatkan pengikutnya yang setia kepada Nabi dan patuh atas perintahNya. Kapal tersebut ditemukan pada tahun 1907 oleh seorang Rusia, Tsar Nocholas II di pegunungan Ararat di ketinggian 5178 meter di atas permukaan laut. Ekspedisi ini dilanjutkan pada tahun 1977 oleh seorang professor Ran Wyat yang dengan campur tangan agen Amerika Serikat dan Rusia. Esensi penemuan ini adalah membuktikan kebenaran kisah jaman tersebut, yang terjadi karena murka Allah kepada umat yang tidak mematuhi perintahNya, seperti dalam QS Al Ankabut 29:15, “ Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.”

c.       Manusia Raksasa.            Penemuan tulang manusia raksasa ini ditemukan oleh Tim Ekspedisi ARAMCO di Padang pasir Timur Utara Arab. Kebenaran hal tersebut masih simpang siur hingga saat ini, namun kebenaran mutlak yang disebutkan dalam Al Qur’an dalam QS Al A’raf 7:69 yang dengan jelas disebutkan adanya manusia dengan ukuran badan yang lebih besar, yaitu dikenal dengan kaum ‘Aad jaman Nabi Huud as, tetapi dibinasakan dengan azab Allah karena kebanyakan dari mereka menolak dan mengingkari kebenaran ajaran Allah. Joe Taylor, direktur Mt. Blanco Fossil Museum di Crosbyton, Texas membenarkan penemuan tulang-tulang manusia raksasa yang ditemukan dalam pembuataan konstruksi jalan yang harus membongkar makam-makam tua di lembah Euphrates sebelah Tenggara Turki, dan ditambahkan dengan mengambil contoh-contoh tulang belulang manusia raksasa tersebut dia memperkirakan tinggi manusia raksasa tersebut adalah sekitar 5 meter, kalau dibandingkan dengan rata-rata tinggi orang Indonesia berarti tiga kali lipat.

5.       Dalam penjelasan kedua yaitu segala kejadian yang terjadi saat jaman kenabian dan setelahnya, dibuktikan kesesuaian dengan yang terdapat di Al-Qur’an. Beberapa kisah yang dapat dirangkum sesuai dengan kejadian pada masa sebelum Kenabian antara lain:

a.       Bulan Terbelah.     Kisah Bulan terbelah yang diuraikan penulis, dituangkan dari kisah jaman Rasulullah yang diminta oleh Kaum Kafir Quraisy untuk membuktikan Kenabian beliau dengan menunjukkan untuk membelah bulan. Dengan ijin Allah, seketika itu Bulan terbelah dengan telunjuk Rasulullah dan disatukan kembali. Namun hal yang luar biasa ini hanya dianggap sebuah sihir oleh Kaum Kafir Quraisy, dan hanya sebagian yang beriman. Kemudian Allah menurunkan ayatNya, “ Sungguh telah dekat hari Kiamat, dan telah terbelah bulan dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar dan berpaling” (QS Al Qomar:1). Kisah ini dibuktikan pada jaman sekarang dengan ditemukannya bekas belahan tersebut di bulan oleh ekpedisi Apollo Amerika Serikat, dan hasil wawancara tersebut tersiar di Televisi Inggris, bahwa mereka menemukan ternyata bulan pernah terbelah disuatu masa dulu kala, dan kemudian menyatu kembali. Mereka membuktikan secara pasti potongan bebatuan yang terpotong dipermukaan bulan sampai ke bagian dalam Bulan.

b.       Lalat. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa seekor lalat memproduksi zat sejenis enzim yang berukuran 20-25 milimikron yang disebut bakteri Yofaz, tempat tumbuhnya bakteri pembunuh. Dalam ‘Kajian Mukjizat Al Quran dan As Sunnah yang diketahui oleh Prof. Dr. Abdul Majid Az-Zindani meneliti bahwa memang pada sayap kiri lalat terdapat berbagai Virus yang mematikan. Mereka menggunakan berbagai metode konvensional untuk mematikan Virus tersebut, namun gagal. Namun ketika memasukkan sayapa kanan lalat terdapat perubahan signifikan. Seluruh Virus yang dibawa sayap kiri lalat musnah dan mati akibat obat yang terdapat pada sayap kanan. Hal ini sejalan dengan QS Al Hajj 22:73 dan Hadits Riwayat Bukhari, Ibn Majah dan Ahmad yang disampaikan Rasulullah, “ Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah satu kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya.

c.       Tulang Sulbi.         Tulang Sulbi (Coccyx) adalah bagian dari tubuh manusia yang terletak pada bagian terbawah tulang belakang (vertebral Coloumn). Keajaiban tulang ini adalah sesuai hadits Nabi bahwa nanti tulang ini adalah bagian pertama ketika manusia diciptakan Allah untuk pertama kalinya, dan dari tulang inilah nantinya manusia dibangunkan pada hari Kiamat karena tulang ini tidak rusak. Seorang dokter bernama Dr. Othman Al Djilani dan Syaikh Abdul Majid melakukan eksperimen terhadap tulang sulbi pada bulan Ramadhan 1423 (2002) di Yaman. Dalam eksperimen mereka memanggang tulang punggung berikut tulang sulbi dengan gas panas selama 10 menit hingga tulang benar-benar terbakar. Kemudian diteliti di Al Olaki Laboratory, dianalisa bahwa sel-sel dari jaringan tulang sulbitidak terpengaruh, dan dapat bertahan terhadap pembakaran. Sebuah percobaan untuk membuktikan kebenaran hadits yang disabdakan nabi Muhammad saw 1400 tahun yang silam dimana peradaban manusia pada saat itu sangat mustahil untuk mengetahui adanya tulang yang tidak rusak dimakan tanah.

6.       Dalam segala kejadian yang terjadi saat penjelasan ketiga berkaitan dengan Science dan ilmu pengetahuan, dibuktikan kesesuaian dengan yang terdapat di Al-Qur’an. Beberapa kisah yang dapat dirangkum sesuai dengan kejadian pada masa sebelum Kenabian antara lain:

a.       Besi bukan Material Asli Bumi.            Dalam Qs Al Hadid 57:25 disebutkan bahwa Allah menurunkan besi ke bumi, yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong agamaNya. Para ahli geologi membuktikan apa yang telah dituliskan di dalam QS Al Hadid 57:25 adalah benar dan nyata, namun juga dibuktikan bahwa Gold, Platina, Iridium dan beberapa jenis material lainya. Seorang ahli Jerman, Gerhard Schmidt melakukan penelitian dari tahun 1996 sampai 2008 terhadap bagian-bagian bumi yang terkena hantaman Asteroid. Hasilnya ternyata apa yang ditemukan di Planet Bumi hasilnya sama dengan apa yang ditemukan di Bulan dan Asteorid dari Planet Mars (Meteorit sama-sama berasal dari Mars). Di seluruh bumi sendiri tercatat terdapat 160 titik yang terkena hantaman Asteroid yang tersebar di seluruh benua dan membentuk lubang dengan diameter 20 km.

b.       Golden Ratio.        Golden Ratio merupakan rasio yang berasal dari huruf Yunani, yang merupakan hasil pembagian deret Fibonacci (deret yang dihasilkan dari penambahan angka sebelumnya) dari angka yang di sebelah kanan dengan angka sebelumnya, yang menghasilkan angka decimal 1,6180. Apa keistimewaan Golden Ratio di dunia ini? Ternyata ditemukan secara empiris terdapat perbandingan yang menghasilkan nilai yang sama dan terdapat pada tubuh manusia, hewan, tumbuhan, hingga pemetaan topografi, dan lainnya. Sebagai contoh diilustrasikan perbandingan dua rantai heliks yang tegak lurus pada DNA manusia, dimana panjang setiap lengkung rantai heliks ini 34 Angstroms (seperseratus juta sentimeter) dan dibagi dengan lebarnya 21 Angstroms hasilnya adalah 1,6180 (juga termasuk deret Fibonacci). Termasuk perbandingan pada organ di wajah, percabangan asimetris di paru-paru, panjang lengan manusia, serta pada tubuh hewan dan bunga. Selain itu yang paling menakjubkan adalah perbandingan antara jarak Kutub Selatan ke Ka’bah (Mekkah) dengan jarak Kutub Utara ke Ka’bah menghasilkan angka yang sama. Dimana di pusat bumi ini dibuktikan bahwa merupakan daerah yang bebas dari magnet kutub keduannya, sehingga kompas tidak bisa digunakan. Hal ini ditekankan pada QS Al Infitar 82:7-8 yang menyebutkan bahwa telah diciptakan manusia dan disempurnakan kejadiannya, menjadikan susunan tubuh manusia seimbang, dan pada QS Al Ma’idah 5:97, “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu  sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia…”.

          c.       Respon Otak pada Gaya Pakaian Wanita.      Pada subtopik ini, penulis menjelaskan suatu percobaan yang berhubungan dengan ayat di Al Qur’an tentang perintah bagi wanita untuk menjaga auratnya. Dari peneliti asal Amerika Serikat, Susan Fiske PhD (April 2009), dengan dibantu dengan eksperimen sampel pria-pria dewasa yang dipasang alat monitor sensor syaraf di kepalanya, kemudian dilakukan percobaan dengan menampilkan beberapa wanita dengan menggunakan pakaian yang berbeda, mulai dari yang berpakaian minim hingga yang menutup seluruh badan (jilbab). Dihasilkan respon yang berbeda untuk setiap eksperimen yang dihasilkan. Untuk setiap penampilan wanita dengan berpakaian minim tampil di depan setiap pria, pembacaan sensor menunjukkan adanya respon NEGATIVE (THINKING) yang muncul pada tampilan. Sementara pada percobaan dengan wanita yang berpakaian penuh, otak tidak menunjukkan respon apa-apa. Kemudian terdapat dua pria yang tidak merespon apapun pada setiap eksperimen, dan ternyata adalah seorang gay (kaum homoseksual). Eksperimen ini ternyata merupakan pembuktian tentang apa yang disiratkan di dalam Al Qur’an QS An Nur 24:31 dan Al Ahzab 33:59.

          d.       Pesan Tersembunyi di Dalam Air.        Dalam subtopik buku ini, disebutkan bahwa pengaruh ayat Al Qur’an dapat dibuktikan secara ilmiah terhadap kondisi molekul  air yang selama ini digunakan dan dikonsumsi oleh umat manusia. Dalam eksperimen  yang dilakukan oleh seorang ilmuwan Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Yokohama Municipal University tahun 2005, terhadap perubahan karakter air di dalam gelas yang diperlakukan berbeda oleh lingkungan eksternal dalam hal ini oleh manusia melalui gelombang suara. Di percobaan pertama, dengan iar yang tidak diperlakukan apa-apa, dan didinginkan hingga -5°.  Kemudian percobaan lain, gelas air ditunjukkan dan diucapkan kata-kata kotor, gelas yang lain diucapkan dengan kata-kata baik dan lembut, dan sementara itu pada gelas lain di bacakan ayat suci Al Qur’an. Hasilnya ternyata mengejutkan, setelah diperiksa dengan Mikroskop yang sangat canggih, diketahui gambar molekul atau kristal air pada masing-masing gelas tersebut menunjukkan hasil yang berbeda. Pada gelas yang berisi air biasa dan yang diucapkan kata-kata kotor, kristal air yang terbentuk tidak sempurna dan cenderung jelek sekali. Pada gelas yang diucapkan kata-kata halus menunjukkan kristal yang cukup indah, sedangkan pada gelas air yang dibacakan ayat-ayat suci Al Quran terjadi perubahan yang sangat signifikan, dengan bentuk kristal yang sempurna dan berbentuk segienam yang simetris. Hal ini juga dilakukan pada air Zam Zam, yang ternyata memiliki Kristal Air yang sangat sempurna dan indah dengan pancaran 12 warna yang berbeda.

MANFAAT/KEGUNAAN UNTUK PRAJURIT TNI

7.       Seiring upaya membentuk Insan TNI Angkatan Udara yang beriman kepada Allah SWT dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pengabdian, diperlukan kemauan dan keinginan yang besar untuk mengawali langkah iman dengan memahami kebenaran Al-Qur’an yang nyata-nyata adalah murni firman Allah SWT yang diwahyukan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Diperlukan pemahaman yang komprehensif tentang Al Qur’an yang memiliki kandungan yang ayat mudah dipahami dan ayat yang sulit dipahami seperti tentang surga, neraka dan siksa kubur, kecuali bagi orang-orang yang beriman dan mereka yang berkeinginan mempelajari secara rinci tentang kitab sucinya. Dengan dipahami secara komprehensif diharapkan dapat jadikan penguat iman dan diterapkan dalam kehidupan secara pribadi dan kedinasan sebagai benteng dari segala keburukan dan perbuatan yang melanggar.

8.       Secara praktek bisa dijadikan rujukan dalam merubah pola pikir insan muda Angkatan Udara pada jaman ini yang mulai kehilangan jati diri sebagai umat muslim, secara identitas beragama Islam, namun secara perilaku tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. Pada akhirnya perubahan pola pikir tersebut menuju pada titik kulminasi lebih dekat kepada Agama sebagai pondasi utama pelaksanaan tugas dan mampu membentengi diri dari segala cobaan hidup sehingga lebih tegar menjalankan segala sesuatunya.

PENUTUP

9.       Demikian naskah synopsis ini dibuat, dengan harapan dapat bermanfaat secara pribadi dan pembaca, khususnya insan muda Angkatan Udara untuk dapat melandasai setiap pelaksanaan tugas di masa mendatang.

Entry filed under: Buku Buku Islam, Dunia Islam, Ilmu dan Pelajaran Hidup, Mutiara Al Qur'an. Tags: .

Iman Tidak Hanya di Indonesia Sebutan ‘Almarhum’ Untuk Orang yang Meninggal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Al-Qur’an

Hadits Pilihan

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

Waktu

Pos-pos Terbaru

Asmaul Husna

Asmaul Husna

RSS Muslim.or.id

RSS Al-Ikhwan.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kisahislam.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Kabarislam.wordpress.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 29,270 hits
IP

%d blogger menyukai ini: